Mawar Hitam
Pada
suatu hari, di sebuah Desa yang bernama Desa Cilodadu, hiduplah seorang gadis cantik jelita yang
bernama Meira. Meira hidup di sebuah desa pedalaman, rumahnya di kelilingi dengan
sawah dan kebun yang rindang.
Di
desa itu, keluarga Meira sangat dihormati oleh masyarakat.”Bukan harta dan bukan
jabatan, tapi ketaatan”. Keluhuran Akhlak yang terdapat pada sosok Sang Ayahlah
yang membuat keluarga ini memiliki akhlak yang baik sehingga dihormati. Hidup pada
keluarga yang memiliki keluhuran akhlak menjadikan Meira tumbuh menjadi anak
yang baik. Perilaku yang baik terus mengiringi kehidupan Meira sehingga membuat
Meira semakin di sukai banyak orang di kampungnya.
Sejak
kecil benih-benih ilmu keagamaan telah muncul pada diri Meira, sejak Sekolah
Dasar sampai Madrasah Tsanawiyah Meira selalu mendapat peringkat 2 dan 3 bahkan
tak jarang Meira mendapatkan peringkat 1 di kelas. Nilai paling tinggi pada
raport Meira tidak lain pastilah mata pelajaran Keagaaman. Kesenangan Meira pada
ilmu agama membuatnya melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah dan
mengambil jurusan Agama di sekolahnya.Ketika sekolah di Madrasah Aliyah, Meira
semakin memiliki keluhuran akhlak yang semakin baik sehingga membuatnya semakin
disukai oleh banyak orang.
SATU…ia
hanya satu yang kurang pada diri Meira yaitu wanita yang over serius. Meira
selalu melakuakan segala perbuatannya dengan baik dan sempurna tanpa
mengeluarkan beribi-ribu kata dalam bekerja.”Banyak bekerja sedikit
bicara”. Itulah yang menjadi prinsip Meira sehingga tidak heran jika Meira
sukses dalam melakukan segala keinginannya. Meira merupakan wanita yang sangat
mandiri sehingga kebanyakan dari kegiatannya dilakuakan sendiri. Meira tidak
memiliki kelompok atau geng seperti anak remaja yang lainnya. Walaupun Meira
sering berkumpul dalam berbagai macam organisasi yang diikuti, Meira hanya
berkumpul atau berteman sebatas dalam organisasi saja.Diluar dari organisasi
Meira lebih suka menyendiri dan melakukan hal-hal yang lebih baik
menurutnya, seningga mendekati Meira sangat sulit.
Keparasan rupa dan keelokan luhur yang ada pada diri Meira membuat banyak para lelaki menyukainya. Ketika Meira duduk di bangku kelas dua Madrasah Aliyah banyak sekali para lelaki yang menyatakan cinta kepadanya, tapi Meira menolak mentah-mentah semua lelaki yang mendekatinya.”Jodoh sudah tertulis oleh pena yang bertinta emas dengan ukiran yang indah,kenapa harus pacaran sedini ini?” Itulah yang ada di bena dan menjadi prinsip Meira sehingga pada saat itu muncullah berbagai macam julukan kepada Meira,diantaranya:Hati yan mati, wanita aneh, wanita shalihah super cuek dan lain sebagainya. Julukan ini terus menerus di tujukan kepada Meira oleh teman-temannya sampai Meira lulus dari Madrasahnya.
Di suatu ruangan favorit Meira yaitu di Perpustakan tempatnya kuliah, Meira bertemu dengan lelaki yang tiak pernah absen mengunjungi perpustakaan sama dengan dirinya. Melihat lelaki itu setiap hari membuat Meira risih dan tidak nyaman berada di Perpustakan, sehinnga mulai saat itu Meira berhenti mengunjungi perpustakaan sampai ia lulus Strata satu.
Beberapa
Tahun kemudian, menghitung bulan Meira akan menyelesakan S2 nya di Universitas
al Azhar di Cairo. Universitas Al Azhar menjadi saksi bisu kisah cinta mereka
berdua.Ternyata,Sejak pertama melihat Meira di Perpustakaan Marko sudah mulai
jatuh cinta pada pandangan pertama. Marko kuliah di universitas yag sama dengan
Meira bahkan juusan yang sama. Hal ini membuat Marko semakin mencintai
Meira sehingga tibalah waktunya Marko menyatakan cintanya kepada Meira ketika
wisuda S2. Marko memberanikan diri untuk mengajak Meira ke salah satu Taman
Mawar Hitam yang ada di salah satu daerah yang berada di Turki. Disitulah Marko
memberikan cincin dan seikat Mawar Hitam kepada Meira dan mengutarakan
cintanya. Meira dengan tegas menjawab “Tidak ada cinta untuk mu Marko saat
ini. Kalau kamu berani menikahi aku, Aku akan memberikan cinta terbaikku
untukmu, cinta yang tidak pernah didapatkan oleh lelaki lainnya, itulah cintaku
untukmu jika kamu berani menikahiku” Kata Meira kepada Marko.
Satu minggu setelah pernyataan cinta tersebut, Meira kembali ke Indomesia lebih dulu satu hari daripada Marko. Tibalah suatu takdir yang tidak diinginkan oleh semua orang. Takdir buruk itu adalah kabar berita duka dari Marko. Ketika perjalanan pulang ternyata pesawat yang digunakan Marko jatuh sehingga membuat Marko tidak terselamatkan. Pecah sudah harapan Meira, tinggal kenangan yang ditinggalkan Marko dan bebera kuntum bunga mawar hitam yang sudah mengering yang diberikan Marko kepada Meira. Berita duka ini membuat Meira berdiam diri dikamar sambil memandang bunga mawar yang telah layu.
Cintaku
tidak boleh berhenti sampai disini, itulah yang ada di benaknya. Waktu terus berjalan tapi tidak dengan dengan tingkah laku Meira yang dari waktu ke waktu sama saja yaitu merenungi nasibnya sambil memandang bunga mawar yang telah kering meninggalkan kenangan pahit. Sekian lama bercangkruk dengan sang mawar hitam muncullah tindakan Meira yang sangat
unik yaitu Meira menggumpulkan beberapa bunga mawar dan melakukan eksperimen
atau percobaannya menggunakan bunga mawar yang telah dikumpulkan dengan bunga
mawar hitam tersebut.Waw... tidak sia sia
percobaan Meira tersebut sehinga muncullah bibit bunga mawar Hitam. Beberapa bulan
kemudian Meira membangun taman Bunga Mawar Hitam yang indah yang sangat banyak
dikunjungi oleh orang - orang.Taman ini diberi nama Taman Bunga Marko dan
Meira. Taman ini menjadi bukti Cinta Meira kepada Marko.
Goresan Ketika di Lombok
Komentar
Posting Komentar